Lakukan Penandatanganan Dengan 3 Perusahaan Sekaligus, Bup Samudera Siak Buka Keran Investasi Yang Seluas Luasnya
Senin, 02 November 2020
Sabtu, 24 Oktober 2020, BUP PT. Samudera Siak melakukan pertemuan pembahasan serta Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang rencana kerjasama dengan pimpinan perusahaan PT. Anugerah Wahana Lestari, PT. Jambi Tulo Pratama dan PT. Waskita Samudra Buana terkait pengadaan bahan bakar Solar Minyak untuk di distribusikan di areal kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, dalam pertemuan yang dilakukan di Pekanbaru , juga dibahas terkait langkah konkrit seperti apa yang akan di lakukan di areal kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, Berinvestasi dan membangun bunker serta melakukan pemasangan pipa ke pelabuhan, guna  mensupply kebutuhan bahan bakar Minyak Solar baik di darat mau pun di laut , serta kepada stockpile yang ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, juga pendistribusian kepada Kapal dalam negeri maupun Kapal Luar Negeri yang singgah dan melakukan aktivitas bongkar atau muat di Pelabuhan Tanjung Buton, Rolis,SH selaku Manager Public Relations PT.Samudera Siak mengatakan " Mudah mudahan pertemuan dan penadatanganan MoU ini bisa membuka peluang Insvestasi lainnya di pelabuhan Tanjung Buton   dan kami selaku BUP, akan membuka ruang investasi yang seluas-luas nya serta akan memberikan kemudahan kepada calon investor, insha allah kami akan berlari untuk percepatan pelabuhan dan kawasan tanjung buton" demikian tutupnya

Penulis : Rajif
Selengkapnya ...
Bup Pt. Samudera Siak Jalin Kerjasama Dengan Semua Pihak
Kamis, 22 Oktober 2020
PT SS juga menjalin kerjasama tertulis dengan semua pihak. PT Brata Buton Indoperkasa (BBI) siap menghendel jasa trucking. Bahkan sudah menjalin kontrak kerjasama untuk 5 tahun mendatang.

"Kami melihat pelabuhan di Tanjung Buton ini peluangnya sangat besar. Doaminnya ke PT SS, dan kami sudah melengkapi persyaratan dan administrasinya," kata Direktur Utama PT BBI Indra Subrata. 

Dalam hal ini, pihaknya telah menyediakan 30 unit armada truk. Ia juga menggandeng pihak lain untuk melakukan kerjasama. 

"Kami berharap kerjasama ini terjalin dengan baik ke depannya, agar pihak pelabuhan dapat menarik investor lainnya," kata dia.

Ketertarikan pihak perusahaan ini juga dipicu dengan penerapan sistem aplikasi Inaportnet di pelabuhan tersebut. Sebab, jika pelabuhan sudah menggunakan sistem aplikasi maka proses pelayanan sangat efektif. Kepala KSOP kelas II Tanjung Buton, Wigio mengatakan, selain Inaportnet, pihaknya juga mengarahkan BUP untuk menerapkan ecoport.

Ecoport merupakan konsep pelabuhan yang memperhatikan aspek lingkungan, kemudian inaportnet. Inaportnet adalah sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar dalam melayani kapal dan barang dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan.

"ada 5 pilar inaportnet, yakni front end, simpadu, surat persetujuan syahbandar, pelayanan monitoring kontainer dan monitoring pelayanam kapal," terang Wigio.

Ia menerangkan, tujuannya untuk menurunkan biaya logistik dengan memangkas biaya pengurusan DO, meningkatkan kelancaran arus barang dan lain-lain. 


Sumber : tribunpekanbaru.com 
Editor    : Rajif

Selengkapnya ...
Pemerintah Kabupaten Siak Dukung Penerapan Inaportnet Dan Menggandeng Investor Guna Menunjang Kinerja Di Pelabuhan
Kamis, 22 Oktober 2020
Plt Kepala Dinas Perhubungan Siak Junaidi mengemukakan Pemkab Siak sangat mendukung upaya BUP untuk menunjang kerja di pelabuhan. 
"Kami melihat ada kerja sama yang baik antara BUP PT SS dengan KSOP dan BUMD. Kami sangat mendukung kinerja pelayanan pelabuhan Tanjung Buton ini," kata dia.

Ia menguraikan, pelabuhan Tanjung Buton sudah dimulai sejak 2012 lalu. Saat ini BUP PT SS merencanakan penerapan sistem aplikasi untuk memudahkan layanan.

"Ini memang sudah saatnya pelabuhan kita maju," kata dia.

Ia meminta kepada pihak BUP PT SS  agar serius menangani persoalan itu. Apalagi ia melihat sudah ada jasa trucking yang masuk ke pelabuhan tersebut.

"Satu persatu investor sudah masuk ke Tanjung Buton. 

Aplikasi ini sangat sifnifikan untuk penambahan PAD," kata dia.

Dengan adanya aplikasi itu nanti, kapal masuk sudah terdata atau sudah tersistem. Penerapan dan pengembangan ini tergantung kepada BUP PT SS. 

"Kita minta BUP menyiapkan SDM yang handal, serta ketentuan lainnya dengan sungguh-sungguh," kata dia.

Ia juga mengabarkan, sarana  dan prasarana jalan sudah dilelang oleh pusat sebesar Rp147 miliar. Pada 2021 mendatang pihanya akan mengusulkan pembangunan SPAM dan listrik.

"Kita sudah mengusul SPAM, sumber anggaran dari APBN. Mudah-mudahan ini terpenuhi. Ada 3 pokok yang harus dipenuhi adalah listrik, air dan jalan. 

"Tinggal listrik PR  kita. Kita tetap upayakan ini, harus masuk ke pelabuhan. Ini tugas kami agar listrik masuk pada  2021 


Sumber : tribunpekanbaru.com 
Editor    : Rajif
Selengkapnya ...
Pelabuhan Tanjung Buton Terapkan Inaportnet
Rabu, 21 Oktober 2020
Kementrian Perhubungan RI akan menerapkan layanan kapal dan barang berbasis online Inaportnet untuk 25 pelabuhan di Indonesia pada tahun ini. Satu di antaranya, Pelabuhan Tanjung Buton, di Kabupaten Siak, Riau.

Menurut Direktur BUP PT Samudera Siak, Bob Nofitriansyah, diterapkannya Inaportnet tersebut untuk menciptakan pelayanan kapal dan barang yang lebih cepat, valid dan transparan.

"Sudah 33 pelabuhan di Indonesia menerapkan sistem ini. Tahun ini, menyusul 25 pelabuhan lagi. Satu lainnya, Pelabuhan Tanjung Buton. Insya Allah, Akhir November nanti di launching secara serentak," kata Bob kepada Gatra.com, Rabu (21/10) ).

Dengan adanya sistem itu, lanjut Bob, akan mempermudah segala pelayanan di kawasan pelabuhan. Mulai dari pengurusan perizinan kapal, bongkar muat, hingga pengurusan pembayaran.

"Ini dilakukan secara manual. Pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Buton harus datang ke KSOP jika menangani semua masalah tadi. Tapi, jika nanti sudah menggunakan sistem Inaportnet, dimana saja bisa dengan mengunakan aplikasi berbasis android," katanya.

Bob mengatakan, di Provinsi Riau, sudah dua pelabuhan menggunakan sistem ini, yakni pelabuhan Pekanbaru dan Dumai. 

Untuk mematangkan penggunaan sistem tersebut, pihaknya juga sudah mensosialisasikan aplikasi itu kepada seluruh pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Buton, mulai dari agen kapal, KSOP dan Asosiasi Tenaga bongkar muat. 

"Tujuan kita mensosialisasikan itu supaya seluruh stakeholder tahu bahwa untuk masuk ke sistem itu menggunakan pin yang terintegrasi langsung ke KSOP. Jadi, untuk mendapatkan pin tersebut, daftar dulu ke KSOP. Kalau persyaratan sudah lengkap, baru dapat pin masuk aplikasi tersebut," ujarnya.

Terpisah, PLT Kadishub Siak, Junaidi mengatakan, pihaknya sangat mendukung terobosan yang dilakukan BUP. Junaidi menyebut, sudah saatnya Pelabuhan Tanjung Buton berbenah agar lebih maju lagi. 

"Inaportnet ini sangat evektif untuk menunjang PAD. Sebab, semuanya sudah tersistem di satu aplikasi. Sekarang, tergantung BUP lagi menyediakan SDM yang harus mumpuni, agar sistem ini berjalan dengan baik," kata Junaidi.

Apalagi, lanjut Junaidi, sarana-prasarana untuk menunjang kemajuan pelabuhan sudah mulai terealisasi. Seperti jalan, air bersih dan listrik.

"Jalan, tahun ini mulai dibangun. Proyeknya senilai Rp147 miliar dan sudah di lelang. Sementara jaringan air bersih, Insya Allah, tahun depan mulai dibangun. Kedua proyek ini dari APBN (pusat). Begitu pula dengan listrik. Kita sudah berupaya tahun depan agar jaringan listrik masuk ke kawasan pelabuhan. Arusnya, sudah ada. Namun harus ada penambahan gardu," ujar Junaidi.


Sumber : www.gatra.com
Selengkapnya ...
Pemkab Siak Dukung Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Buton Dengan Skema Ksp
Sabtu, 26 September 2020
Pelabuhan Tanjung Buton yang terletak di Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak diyakini berpeluang besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah. 

Pemerintah Kabupaten Siak saat ini terus mendorong percepatan pembangunan di kawasan pelabuhan tersebut. 

Bupati Siak, Alfedri juga mendukung sistem atau skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP) aset yang kini tengah diajukan oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Samudera Siak ke Kementerian Perhubungan. 

"Dengan skema KSP diharapkan pengelolaan sektor Pelabuhan Tanjung Buton lebih efektif dan efisien," kata Alfedri.

Bupati Alfedri juga baru meresmikan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (K-TKBM) di Pelabuhan Tanjung Buton, Senin (21/9/2020) yang merupakan mitra bagi BUP PT Samudera Siak dan Pemkab Siak.
"Adanya koperasi TKBM ini akan mampu memberi pelayanan yang baik di sektor pelabuhan. Dan melalui wadah koperasi ini diharapkan dapat menyejahterakan anggotanya," ujarnya. 

Alfedri juga mengatakan, saat ini Pemkab Siak berupaya menggesa sejumlah program pembangunan di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton itu. Salah satunya program pembangunan sistem air bersih sebagai penunjang fasilitas dan infrastruktur di kawasan pelabuhan tersebut. 

"Pekan lalu kami telah membahas percepatan pembangunan SPAM di Kawasan Industrialisasi Tanjung Buton ini bersama BPPW Riau, Komisi V DPR RI, anggota DPRD Siak dan Bappeda Riau di Pekanbaru. Intinya Insya Allah tahun depan sudah dimulai pengerjaannya. Ini upaya pemerintah mendorong minat investor untuk berinvestasi di pelabuhan ini," jelas Alfedri. 

Sementara itu, Direktur PT Samudera Siak Bob Novitriansyah mengatakan, pengajuan sistem kerjasama pemanfaatan (KSP) aset sudah dilakukan pada bulan Agustus 2020 bersama Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas II Tanjung Buton ke Kementerian Perhubungan. 

"Kami ajukan permohonan KSP selama 50 tahun terkait adanya usulan pembangunan fasilitas baru dan pemeliharaan fasilitas yang ada," katanya. 

Menurut Bob, diajukannya sistem KSP dikarenakan dari meningkatnya kinerja dan pencapaian PT Samudera Siak mengelola Pelabuhan Tanjung Buton dalam kurun waktu tiga tahun belakangan. 

Bob menjelaskan, saat ini sistem kerjasama yang dilakukan BUP PT Samudera Siak dengan negara masih dengan skema Kerjasama Operasi (KSO), yang mana pengelolaan aset belum dapat dikelola PT Samudera Siak secara optimal. 

"Kalau KSO itu bagi devidennya 15 persen kita (PT Samudera Siak) 85 persennya negara. Kalau kita terapkan KSP pembagiannya sebaliknya, dan aset juga bisa dikelola secara maksimal," bebernya.

Bob juga mengatakan seiring berjalannya kegiatan di pelabuhan itu, beberapa investor dari dalam dan luar negeri juga sudah melirik kawasan pelabuhan tersebut. 

Calon investor yang akan berinvestasi dalam waktu dekat ini dari Jakarta. Ia mengatakan investor tersebut kemungkinan akan membangun pergudangan di sana. 

Kemudian juga ada tawaran dari Singapura yang akan berinvestasi membangun tangki CPO atau minyak kelapa sawit di kawasan pelabuhan. 

"Ada juga dari Malaysia, tetapi mereka menunda. Alasannya karena Covid-19," ujarnya.

Direktur PT Samudera Siak itu yakin, jika pemerintah membantu dan mendorong kerjasama tersebut, kawasan pelabuhan Tanjung Buton akan semakin berkembang dan mampu menjadi sumber pendapatan daerah yang besar ke depan.
Selengkapnya ...